oleh

Penyidik Gakkum KLHK Rampungkan Berkas Perkara Kasus Industri Pengolahan Kayu Tanpa Ijin

MAMUJU – Berkas perkara kasus industri pengolahan kayu yang beroperasi tanpa ijin yang sah di Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju dinyatakan telah lengkap atau P-21 oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat.

Tersangka dalam kasus ini adalah saudara MT (46 thn) yang merupakan pemilik dari industri kayu illegal UD. ADITA GRAHA. Selanjutnya tim Penyidik segera melimpahkan perkara tersebut ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat, dan menyerahkan tersangka beserta barang buktinya ke Jaksa Penuntut Umum, Rabu 06 Oktober 2021

Adapun barang bukti yang diamankan dari kasus ini adalah sebanyak 54 batang kayu bantalan berbagai jenis dengan ukuran panjang 4 m, 12 batang kayu bantalan berbagai jenis dengan ukuran panjang 2 m, 1 unit mesin sawmill/sirkel merk CHANGGAI warna merah, dan 1 unit mesin Bnadsaw merk Panda warna hijau.

Kasus terungkap berawal dari hasil kegiatan operasi pengamanan hutan Pos Gakkum KLHK Mamuju bersama sama dengan personil Korem 142 TATAG Mamuju yang sebelumnya mengamankan truk pengangkut kayu illegal di Kecamatan Tommo pada hari rabu, 05 mei 2021.

Selanjutnya dari hasil pengembangan kasus tersebut, tim mendapatkan informasi bahwa adanya industri kayu illegal yang beroperasi di Kecamatan Tommo.

Kemudian pada hari jumat, 07 mei 2021 sekitar pukul 13.20 Wita, tim menuju ke lokasi industri pengolahan kayu UD. ADITA GRAHA yang bertempat di Dusun Amalia, Desa Rante Mario. Setibanya di lokasi tim langsung bertemu dengan pemilik industri dan menanyakan kelengkapan dokumen industri pengolahan kayu tersebut.

Setelah dilakukan pemeriksaan dokumen, tim hanya menemukan ijin industri (SITU-SIUP) dan tidak menemukan adanya ijin yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang terkait ijin Kehutanan dan pemilik industri tidak dapat menunjukan ijin kehutanan yang dimaksud.

Selanjutnya tim menghentikan sementara proses pengolahan kayu di industri tersebut dan mengamankan barang bukti berupa kayu bantalan berbagai macam jenis dan ukuran beserta mesin sirkel yang digunakan untuk mengiris kayu.

Alhamdulillah, tim Penyidik Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi kembali merampungkan satu berkas perkara kasus industri pengolahan kayu tanpa ijin.

Semoga kasus kasus tindak pidana perusakan hutan yang lainnya juga bisa terungkap. Tetap semangat dan solid untuk seluruh personil Balai Gakkum Sulawesi dalam menjalankan tugas, kata Dodi Kurniawan, Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi.

Tersangka MT (46 thn) melanggar Pasal 83 Ayat 1 Huruf c Jo Pasal 12 huruf h dan/atau Pasal 87 Ayat 1 Huruf a Jo Pasal 12 Huruf k UU No.18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan pidana penjara paling lama 5 tahun serta pidana denda maksimal Rp. 2,5 miliar.

Laporan : JDT

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *